KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Mahasiswa Fakultas Cyber Security Unismuh Kendari berhasil meraih juara pertama dalam ajang bergengsi Kompetisi Cybersecurity National Championship (CCNC) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, pada 15-17 April 2026 lalu di Jakarta Convention Center.
Tim yang terdiri dari empat mahasiswa, yaitu Achmad Rizki Pratama (angkatan 2023, Program Studi Keamanan Informasi), Siti Nurhaliza Wijaya (angkatan 2023, Program Studi Keamanan Siber), Muhammad Faisal Hidayat (angkatan 2024, Program Studi Forensik Digital), dan Nur Azizah Rahman (angkatan 2024, Program Studi Keamanan Jaringan), berhasil mengalahkan 47 tim lainnya dari universitas ternama di seluruh Indonesia, termasuk dari Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan di kawasan Timur Indonesia, khususnya Universitas Muhammadiyah Kendari, telah mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka yang tersebar di pusat-pusat pendidikan nasional. Kemenangan tersebut diraih melalui persaingan ketat dalam berbagai babak, mulai dari babak penyisihan hingga final yang melibatkan simulasi serangan siber kompleks dan analisis keamanan infrastruktur digital tingkat lanjut.
Perjalanan Menuju Kemenangan
Kesuksesan tim Unismuh Kendari bukanlah kebetulan semata. Menurut keterangan dari Ketua Tim, Achmad Rizki Pratama, persiapan telah dilakukan sejak enam bulan sebelumnya dengan intensitas latihan yang sangat serius. “Kami mulai mempersiapkan diri sejak November 2025. Setiap hari kami mengalokasikan waktu minimal empat jam untuk belajar dan berlatih soal-soal cybersecurity yang semakin kompleks. Kami juga aktif mengikuti webinar-webinar internasional dan mempelajari case study dari insiden keamanan siber terbaru,” ungkap Rizki dalam wawancara eksklusif.
Dalam kompetisi yang merupakan ajang tahunan ini, peserta dihadapkan pada berbagai skenario tantangan keamanan siber realistis. Babak pertama menguji kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan merespon ancaman siber secara cepat. Babak kedua fokus pada forensik digital dan analisis malware, sementara babak final mengujicoba kemampuan peserta dalam merancang strategi pertahanan siber yang komprehensif untuk organisasi besar.
“Di babak final, kami harus mempresentasikan solusi cybersecurity untuk sebuah organisasi multinasional yang memiliki infrastruktur teknologi informasi yang sangat kompleks dan tersebar di berbagai negara. Tugas kami adalah mengidentifikasi celah keamanan dan memberikan rekomendasi mitigasi risiko yang feasible dan cost-effective,” jelas Siti Nurhaliza Wijaya, yang menjadi presenter utama pada sesi final.
Dukungan penuh dari dosen pembimbing juga menjadi faktor kunci kesuksesan tim ini. Dr. Budi Santoso, S.Kom., M.T., selaku pembimbing akademik tim, memberikan bimbingan intensif terkait metodologi penyelesaian masalah cybersecurity. Sementara itu, Dr. Eka Prasetya Wijaya, S.Kom., Ph.D., yang merupakan Dekan Fakultas Cyber Security, juga secara aktif memberikan mentoring dan akses ke berbagai sumber daya pembelajaran terkini.
Komitmen Fakultas Cyber Security Unismuh Kendari
Keberhasilan mahasiswa ini mencerminkan komitmen serius Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan program pendidikan cybersecurity yang berkualitas tinggi dan relevan dengan kebutuhan industri. Fakultas Cyber Security, yang berdiri sejak tahun 2020, telah berhasil merekrut dosen-dosen berkualitas dengan sertifikasi internasional dan pengalaman industri yang solid.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi mahasiswa dan dosen yang terlibat, tetapi juga menjadi validasi bahwa program pendidikan cybersecurity kami telah mencapai standar kualitas yang diakui secara nasional,” ujar Dr. Eka Prasetya Wijaya dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Rektorat Unismuh Kendari pada 17 April 2026.
Lebih lanjut, Dr. Eka menambahkan bahwa Fakultas Cyber Security Unismuh Kendari memiliki visi untuk menjadi pusat excellence dalam pendidikan cybersecurity di kawasan Asia Tenggara. “Kami tidak hanya fokus pada pembelajaran teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis melalui laboratorium cybersecurity yang dilengkapi dengan teknologi terkini. Mahasiswa kami juga diberikan kesempatan untuk melakukan research dan internship di berbagai organisasi terkemuka,” jelasnya.
Dalam perkembangannya, Fakultas Cyber Security Unismuh Kendari saat ini memiliki tiga program studi utama, yaitu Program Studi Keamanan Informasi, Program Studi Keamanan Siber, dan Program Studi Forensik Digital. Setiap program dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami aspek teknis cybersecurity, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan soft skills yang diperlukan dalam dunia profesional.
Dampak Prestasi bagi Ekosistem Pendidikan Indonesia
Kemenangan tim Unismuh Kendari dalam CCNC 2026 memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekosistem pendidikan di kawasan Timur Indonesia. Prestasi ini menunjukkan bahwa talenta-talenta berkualitas tidak hanya terkonsentrasi di pusat-pusat pendidikan di Jawa, melainkan tersebar di berbagai daerah termasuk Sulawesi Tenggara.
“Kemenangan ini membuka wawasan baru bahwa institusi pendidikan di luar Jawa mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan kompetitif di tingkat nasional bahkan internasional. Ini adalah motivasi bagi universitas-universitas lain di wilayah Timur Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan mereka,” ujar Prof. Dr. H. Karta Kusuma, Ph.D., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan resminya.
Selain itu, prestasi ini juga memberikan nilai tambah bagi reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari di level nasional dan internasional. Universitas yang memiliki mahasiswa mampu bersaing dan menang dalam kompetisi tingkat nasional tentunya akan lebih menarik bagi calon mahasiswa baru, serta akan meningkatkan kerjasama dengan institusi-institusi pendidikan dan industri terkemuka.
Dari perspektif industri cybersecurity, kehadiran lulusan berkualitas dari Unismuh Kendari diharapkan dapat membantu mengatasi shortage of skilled cybersecurity professionals yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Menurut laporan dari Asosiasi Industri Cybersecurity Indonesia (AICI), terdapat kurang lebih 30 ribu posisi cybersecurity professional yang masih kosong dan sulit terisi karena keterbatasan talent pool yang berkualitas.
Testimoni dan Apresiasi
Apresiasi tinggi juga datang dari berbagai pihak, termasuk dari instansi pemerintah yang menjadi partner dalam penyelenggaraan kompetisi. Dalam acara penyerahan trophy dan hadiah piala emas senilai Rp 75 juta, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Doni Monardo, mengatakan bahwa prestasi mahasiswa Unismuh Kendari menjadi inspirasi bagi pengembangan human capital di bidang cybersecurity nasional.
“Kejuaraan yang diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa investasi dalam pendidikan cybersecurity berkualitas menghasilkan output yang nyata dan terukur. Kami sangat berharap bahwa mahasiswa-mahasiswa ini akan terus berkontribusi dalam meningkatkan postur keamanan siber nasional,” ujar Doni Monardo.
Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel A. Pangerapan, juga memberikan apresiasi serupa. “Kompetisi Cybersecurity National Championship ini dirancang untuk mengidentifikasi dan mengembangkan talenta-talenta muda di bidang cybersecurity. Prestasi yang dicapai oleh mahasiswa Unismuh Kendari membuktikan bahwa program-program pendidikan cybersecurity di universitas-universitas Indonesia telah mencapai standar yang sangat baik,” ujarnya.
Tidak ketinggalan, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari juga mengumumkan bahwa pihak universitas akan memberikan penghargaan khusus kepada keempat mahasiswa pemenang berupa beasiswa penuh untuk melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana, serta akses ke pelatihan-pelatihan sertifikasi internasional cybersecurity terkemuka seperti CEH (Certified Ethical Hacker) dan OSCP (Offensive Security Certified Professional).
Harapan ke Depan
Achmad Rizki Pratama, ketua tim pemenang, menyatakan optimisme bahwa prestasi ini adalah permulaan dari pencapaian-pencapaian yang lebih besar lagi. “Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari Kendari, mampu bersaing di level internasional. Ke depannya, kami berencana untuk mengikuti kompetisi-kompetisi cybersecurity tingkat internasional seperti DEFCON CTF dan iCTF untuk mengangkat nama kampus kami di panggung global,” tutur Rizki penuh semangat.
Sementara itu, Dr. Eka Prasetya Wijaya menegaskan komitmen Fakultas Cyber Security untuk terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran. “Kami akan terus mengikuti perkembangan tren cybersecurity global dan memastikan bahwa mahasiswa kami selalu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan terkini. Prestasi ini adalah momentum bagi kami untuk terus meningkatkan standar pendidikan,” katanya.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga telah mengumumkan rencana untuk membuka program beasiswa khusus bagi siswa-siswi berprestasi dari seluruh nusantara yang ingin mendalami cybersecurity. Dengan langkah ini, diharapkan jumlah dan kualitas mahasiswa yang terlibat dalam berbagai kompetisi cybersecurity nasional dan internasional akan terus meningkat.
Kesimpulan
Prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Cyber Security Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Cybersecurity National Championship 2026 merupakan bukti konkret bahwa institusi pendidikan di kawasan Timur Indonesia memiliki kapabilitas untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional. Kemenangan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dan menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses tidak hanya di pusat-pusat pendidikan tradisional.
Dengan terus mengembangkan program pendidikan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus menghasilkan lulusan-lulusan yang tidak hanya berkompeten di bidang teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan integritas tinggi sesuai dengan nilai-nilai institusi.
(Penulis: Redaksi Kampus | Kendari, 17 April 2026)