Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Cyber Security Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar acara peluncuran program “Cyber Awareness 2026” pada Sabtu, 19 April 2026, di Aula Gedung Pusat Kampus. Program ini merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kendari terkait pentingnya keamanan data dan literasi digital di era transformasi digital.
Acara yang menghadirkan berbagai stakeholder, mulai dari unsur akademisi, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), ini menandai komitmen nyata organisasi mahasiswa dalam berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih cerdas secara digital. Program berlangsung selama dua hari dengan melibatkan lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan, termasuk siswa sekolah menengah atas, pengusaha, dan aparatur sipil negara.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Meningkatnya kasus kejahatan siber di Indonesia dalam tiga tahun terakhir menjadi pendorong utama BEM Fakultas Cyber Security untuk mengambil peran aktif. Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Ancaman Siber (PPAC) Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam kasus penipuan online, pencurian identitas, dan serangan ransomware yang menyasar berbagai sektor, termasuk usaha kecil menengah.
Kendari, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, tidak terlepas dari tren serangan siber tersebut. Meskipun kesadaran digital masyarakat terus meningkat, masih banyak kelompok yang rentan menjadi korban serangan siber karena kurangnya pengetahuan mengenai best practice keamanan digital.
“Kami melihat ada gap yang cukup lebar antara perkembangan teknologi dengan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keamanan siber. Sebagai mahasiswa Cyber Security, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mendekatkan ilmu ini kepada masyarakat luas,” ujar Rara Wijaya, Ketua BEM Fakultas Cyber Security Unismuh Kendari, dalam pembukaan acara.
Program Cyber Awareness 2026: Detail dan Komponen Kegiatan
Program “Cyber Awareness 2026” dirancang dengan pendekatan holistik yang mencakup tiga pilar utama: edukasi, pelatihan praktis, dan pemberdayaan komunitas. Setiap pilar memiliki target audiens spesifik dan tujuan pembelajaran yang terukur.
Pilar pertama, edukasi, menawarkan seminar interaktif yang membahas isu-isu keamanan siber kontemporer. Pada hari pertama, tanggal 19 April 2026, panitia menyelenggarakan tiga sesi seminar simultan. Sesi pertama mengangkat tema “Ancaman Keamanan Data Pribadi di Era Media Sosial,” dipandu oleh Drs. Muhammad Fahri, M.Kom., dosen tetap Fakultas Cyber Security. Sesi kedua membahas “Strategi Proteksi UMKM dari Serangan Cyber,” sementara sesi ketiga fokus pada “Pentingnya Enkripsi dan Password Management untuk Pengguna Individual.”
Pilar kedua mencakup workshop hands-on yang diselenggarakan pada hari kedua, 20 April 2026. Peserta diajak untuk praktik langsung dalam berbagai skenario simulasi serangan siber dengan menggunakan environment sandbox yang aman. Workshop dipandu oleh mahasiswa senior Fakultas Cyber Security yang telah terlatih khusus sebagai peer educator.
“Kami mempersiapkan lima puluh mahasiswa terbaik dari Fakultas Cyber Security untuk menjadi fasilitator workshop. Mereka telah menjalani training selama tiga bulan untuk memastikan kualitas pembelajaran kepada masyarakat,” jelas Adi Pratama, Wakil Ketua BEM Bidang Akademik dan Pengembangan Karir.
Pilar ketiga adalah pemberdayaan komunitas melalui pembentukan Komunitas Cyber Security Kendari (KCSK). Komunitas ini akan menjadi wadah berkelanjutan bagi masyarakat untuk terus belajar, berbagi informasi, dan saling mendukung dalam menjaga keamanan siber. Anggota komunitas akan menerima newsletter bulanan, akses ke sumber daya pembelajaran online, dan undangan ke forum diskusi rutin.
Dukungan Institusional dan Stakeholder
Kesuksesan program ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Sc., Rektor Unismuh Kendari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini.
“Program Cyber Awareness 2026 adalah manifestasi nyata dari misi universitas kami untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami bangga bahwa mahasiswa kami tidak hanya fokus pada studi akademik, tetapi juga aktif berkontribusi pada pembangunan kesadaran digital masyarakat. Ini sejalan dengan semangat Muhammadiyah untuk menciptakan perubahan sosial yang positif,” ungkap Prof. Bambang dalam sambutan pembukaan acara.
Sementara itu, Dr. Irfan Maulana, Dekan Fakultas Cyber Security, menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan keamanan siber.
“Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab individu atau perusahaan saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kami sangat mendukung inisiatif BEM ini karena dirasa sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Kendari saat ini. Saya juga berharap akan ada follow-up yang berkelanjutan untuk memaksimalkan dampak program ini,” kata Dr. Irfan.
Selain dukungan internal kampus, program ini juga mendapatkan komitmen dari berbagai pihak eksternal. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APUMI) Cabang Kendari, dan beberapa perusahaan teknologi lokal menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program.
Respons Positif dari Peserta
Partisipasi aktif peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap isu keamanan siber. Dandi Kusuma, seorang pengusaha UMKM di bidang e-commerce, mengungkapkan manfaat yang langsung dia rasakan.
“Saya sangat terbantu dengan workshop hari ini. Selama ini, toko online saya belum punya strategi keamanan yang matang. Setelah mendapatkan penjelasan dari para fasilitator, saya sekarang tahu langkah-langkah konkret yang harus saya ambil untuk melindungi data pelanggan saya. Ini sangat berharga,” terang Dandi.
Sementara itu, Ibu Siti Nurhaliza, guru SMK Negeri 1 Kendari, melihat program ini sebagai kesempatan berharga untuk meningkatkan kompetensi siswa-siswanya.
“Keamanan siber adalah kompetensi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern. Dengan adanya program seperti ini, siswa kami mendapatkan exposure yang relevan dan bisa mempersiapkan diri lebih baik untuk masa depan,” kata Ibu Siti.
Dampak dan Proyeksi Ke Depan
Tim panitia menargetkan program ini akan menciptai dampak jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, program diharapkan dapat meningkatkan awareness minimal 500 orang tentang pentingnya keamanan siber. Target ini telah terlampaui dengan jumlah peserta yang mencapai 150 orang pada hari pertama, dan ekspektasi penambahan peserta pada hari kedua.
Dalam jangka panjang, BEM Fakultas Cyber Security berkomitmen untuk menjadikan program ini sebagai agenda tahunan yang konsisten. “Kami ingin ‘Cyber Awareness’ menjadi tradisi positif yang terus membawa manfaat bagi masyarakat Kendari. Tahun depan, kami akan mengembangkan lebih lanjut dengan memperluas jangkauan ke daerah-daerah yang lebih jauh,” kata Rara Wijaya.
Selain itu, BEM juga merencanakan pengembangan platform digital berupa aplikasi mobile untuk keamanan siber yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Platform ini akan menyediakan tools diagnosis keamanan dasar dan rekomendasi perbaikan secara otomatis.
Peran Organisasi Mahasiswa dalam Pemberdayaan Sosial
Program Cyber Awareness 2026 menjadi contoh nyata bagaimana organisasi mahasiswa dapat menjadi agent of change dalam masyarakat. BEM Fakultas Cyber Security tidak hanya menjalankan fungsi tradisional sebagai perwakilan suara mahasiswa, tetapi juga mengambil inisiatif untuk menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.
Keterlibatan lebih dari 50 mahasiswa sebagai fasilitator juga memberikan nilai tambah bagi perkembangan soft skills mereka. Melalui program ini, mahasiswa belajar berkomunikasi dengan audiens yang heterogen, mengelola proyek skala besar, dan melihat relevansi praktis dari ilmu yang mereka pelajari di kelas.
“Program seperti ini memberikan kesempatan kepada kami untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen ilmu yang memberikan manfaat. Pengalaman ini akan memperkaya portofolio kami ketika memasuki dunia kerja,” ujar Hasna Putri, mahasiswa semester empat Fakultas Cyber Security yang menjadi fasilitator di workshop.
Penutup
Program “Cyber Awareness 2026” yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Cyber Security Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19-20 April 2026 merupakan bukti nyata dari komitmen organisasi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat. Dengan melibatkan berbagai stakeholder, merancang program yang komprehensif, dan menunjukkan eksekusi yang profesional, BEM telah menetapkan standar baru dalam kontribusi organisasi mahasiswa terhadap pembangunan masyarakat.
Seiring dengan meningkatnya kompleksitas ancaman siber dan transformasi digital yang terus berlangsung, program semacam ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas. Antusiasme peserta, dukungan institusi, dan komitmen organisasi memberikan harapan bahwa keamanan siber di Kendari akan menjadi prioritas bersama di masa depan.
(Redaktur: Berita ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan berbagai narasumber pada acara tersebut)