KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyelesaikan pembangunan gedung pembelajaran dan laboratorium unggulan Fakultas Cyber Security dengan investasi mencapai Rp 47 miliar. Fasilitas berstandar internasional ini diresmikan secara resmi pada Rabu, 9 April 2026, di kampus utama Universitas Muhammadiyah Kendari yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, Sulawesi Tenggara.
Gedung dengan luas total 12.500 meter persegi ini merupakan realisasi komitmen universitas dalam meningkatkan infrastruktur pendidikan guna mendukung pembelajaran di era digital dan transformasi keamanan siber. Pembangunan yang dimulai pada Januari 2024 ini mencakup fasilitas-fasilitas modern termasuk lima laboratorium cyber security, ruang kelas terintegrasi teknologi, perpustakaan digital, pusat inovasi, serta ruang kolaborasi mahasiswa.
Direktur Utama Proyek Infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini merupakan bagian integral dari masterplan pengembangan kampus 2025-2035. “Kami memahami bahwa investasi dalam infrastruktur adalah investasi untuk masa depan. Gedung Cyber Security ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akademik saat ini, tetapi juga mengantisipasi perkembangan industri keamanan siber yang sangat dinamis,” ujar Suryanto dalam acara peresmian gedung pada Rabu pagi lalu.
Menurut keterangan yang dihimpun, gedung tersebut telah dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis, termasuk akses kontrol biometrik, sistem monitoring 24/7 dengan teknologi CCTV terdepan, dan infrastruktur jaringan yang redundan. Sistem pendingin udara (air conditioning) yang diterapkan menggunakan teknologi hemat energi dengan konsumsi listrik 30 persen lebih efisien dibanding standar konvensional.
Dekan Fakultas Cyber Security Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Siti Nurhaliza, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa kehadiran fasilitas berkualitas ini akan membawa dampak signifikan terhadap proses pembelajaran dan penelitian. “Laboratorium cyber security kami telah dilengkapi dengan perangkat hardware dan software terkini yang digunakan oleh industri global. Mahasiswa kami akan belajar menggunakan tools dan platform yang sama dengan yang digunakan di sektor industri keamanan informasi internasional,” kata Prof. Siti dalam wawancara eksklusif dengan redaksi kampus pada Selasa, 8 April 2026.
Lebih lanjut, Prof. Siti menambahkan bahwa Fakultas Cyber Security telah melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka untuk memastikan kurikulum dan fasilitas praktik selalu relevan dengan kebutuhan industri. “Kami telah menjalin partnership dengan PT. Telkom Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia, dan beberapa perusahaan cybersecurity multinasional. Mereka secara aktif memberikan masukan tentang skills apa yang dibutuhkan para profesional muda di bidang keamanan siber,” tambahnya.
Spesifikasi teknis gedung yang baru saja diresmikan ini mencakup beberapa komponen utama. Laboratorium pertama, yang dinamakan “Network Security Lab”, dilengkapi dengan 50 unit workstation high-performance, server rack profesional, network appliance, dan simulator jaringan enterprise-grade. Laboratorium kedua atau “Application Security Lab” memiliki perangkat untuk penetration testing, vulnerability assessment, dan secure code development yang digunakan untuk melatih mahasiswa melakukan security auditing pada aplikasi perangkat lunak.
Kemudian, laboratorium ketiga yang dinamakan “Forensics & Incident Response Lab” menyediakan fasilitas untuk pembelajaran digital forensics, incident investigation, dan threat intelligence analysis. Laboratorium keempat, “Cryptography & Blockchain Lab”, dilengkapi untuk mempelajari teknik enkripsi modern dan teknologi blockchain. Terakhir, laboratorium kelima “IoT & Embedded Systems Security Lab” menyediakan platform pembelajaran keamanan pada perangkat Internet of Things dan sistem tertanam.
Selain lima laboratorium tersebut, gedung juga menyediakan dua auditorium berkapasitas masing-masing 300 dan 150 orang yang dapat digunakan untuk seminar, workshop, dan kegiatan akademik lainnya. Terdapat pula ruang meeting profesional berjumlah delapan unit dengan kapasitas mulai dari 10 hingga 40 peserta, yang telah dilengkapi dengan video conferencing system dan interactive display untuk mendukung kolaborasi dengan institusi mitra global.
Perpustakaan digital fakultas menghimpun lebih dari 50.000 e-book, ribuan jurnal elektronik, dan database research yang komprehensif dalam bidang cybersecurity. Perpustakaan ini dapat diakses 24/7 oleh mahasiswa dan dosen, tidak hanya dari kampus tetapi juga dari mana saja melalui virtual private network yang aman.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Rusli, S.H., M.H., menyampaikan bahwa fasilitas ini mencerminkan visi universitas untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya kompetitif secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan keamanan siber global.
“Keamanan siber adalah isu kritis di era digital ini. Setiap hari kita mendengar tentang serangan cyber yang merugikan individu, perusahaan, bahkan negara. Universitas Muhammadiyah Kendari merasa terpanggil untuk berperan dalam menciptakan talenta-talenta muda yang kompeten dan etis dalam menangani isu-isu keamanan informasi,” kata Prof. Rusli dalam pidatonya di depan ratusan peserta yang hadir dalam acara peresmian.
Ketua Program Studi Sarjana Cyber Security, Dr. Ir. Ahmad Hidayat, M.Eng., menguraikan bahwa dengan fasilitas baru ini, program studi akan dapat meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa dari 150 menjadi 300 mahasiswa per tahun akademik. “Kami juga sedang mengembangkan program magister dan doktor dalam bidang cyber security yang akan diluncurkan tahun depan. Fasilitas ini akan menjadi basis penelitian dan pengembangan yang kuat untuk program-program pascasarjana tersebut,” kata Dr. Ahmad Hidayat.
Dampak positif dari pembangunan gedung Cyber Security dirasakan tidak hanya oleh institusi internal kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas dan industri lokal. Selama proses konstruksi yang berlangsung selama 27 bulan, proyek ini telah mempekerjakan lebih dari 300 tenaga kerja lokal dengan total pengeluaran mencapai Rp 52 miliar (termasuk biaya overhead dan contingency). Ini berkontribusi signifikan pada ekonomi lokal Kendari.
Selain itu, kehadiran gedung dan program studi berkualitas tinggi ini diharapkan dapat menarik mahasiswa dari berbagai daerah dan bahkan luar negeri, sehingga meningkatkan posisi Kendari sebagai pusat pendidikan teknologi terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kota Kendari telah menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, Prof. Dr. Ir. Wahyu Setyo Prabowo, M.Sc., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini akan diikuti dengan pengembangan berkelanjutan dalam hal kurikulum, pengembangan dosen, dan kemitraan strategis dengan industri dan institusi akademik global. “Kami tidak ingin infrastruktur canggih ini hanya menjadi gedung megah tanpa isi. Investasi dalam sumber daya manusia, baik dosen maupun staf, serta pembaruan berkelanjutan dari kurikulum dan perangkat pembelajaran, akan menjadi fokus utama kami ke depannya,” ujar Prof. Prabowo.
Mahasiswa Fakultas Cyber Security angkatan pertama, Andi Pratama, 20 tahun, mengekspresikan antusiasmenya terhadap fasilitas baru tersebut. “Awalnya saya khawatir prospek belajar cyber security di Kendari. Tapi dengan fasilitas seperti ini, saya yakin bisa mendapatkan pengalaman praktik yang setara dengan universitas-universitas di Jakarta atau Bandung. Ini membuat kami sebagai mahasiswa lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi,” katanya.
Rencana pengembangan infrastruktur Universitas Muhammadiyah Kendari tidak berhenti di sini. Pihak universitas telah mengumumkan bahwa dalam tiga tahun ke depan, akan dibangun fasilitas pendukung lainnya termasuk student center modern, fasilitas olahraga terintegrasi, asrama mahasiswa berkualitas internasional, dan pusat inkubator bisnis teknologi. Total investasi untuk semua infrastruktur tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 miliar.
Peresmian gedung Cyber Security ini juga dimeriahkan dengan serangkaian acara, termasuk open house fasilitas, pameran teknologi, seminar tentang tren cybersecurity terkini, dan penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa perusahaan industri teknologi untuk program magang dan penempatan lulusan.
Dengan selesainya pembangunan gedung Cyber Security, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan komitmentnya untuk terus berkembang dan berinovasi dalam menyediakan pendidikan berkualitas tinggi. Fasilitas berstandar internasional ini diharapkan tidak hanya meningkatkan prestasi akademik mahasiswa, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan talenta keamanan siber yang handal untuk menghadapi tantangan digital masa depan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.