KENDARI – Fakultas Cyber Security Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan seminar keamanan digital bertaraf nasional pada hari Senin, 7 April 2026, di Auditorium Utama Kampus Pondok Indah. Acara yang berlangsung selama sehari penuh tersebut menghadirkan para ahli keamanan siber terkemuka dari berbagai institusi di Indonesia, termasuk praktisi dari perusahaan teknologi multinasional dan peneliti dari kampus-kampus terkemuka di Jakarta.
Seminar dengan tema “Transformasi Keamanan Siber di Era Digital 5.0: Tantangan, Peluang, dan Strategi Mitigasi Ancaman” ini menghadirkan lebih dari 300 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, profesional industri, serta pejabat pemerintah dari Sulawesi Tenggara. Kehadiran peserta dari luar Kendari menunjukkan semakin tingginya perhatian terhadap isu keamanan siber di tingkat nasional dan regional.
Menurut panitia, seminar ini dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkini tentang perkembangan ancaman keamanan digital, metodologi perlindungan data, dan strategi respons cepat terhadap serangan siber. Perencanaan acara dimulai sejak lima bulan sebelumnya dengan melibatkan seluruh civitas akademika Fakultas Cyber Security.
Pembicara Utama dan Topik Diskusi
Pembicara pertama dalam acara ini adalah Dr. Bambang Suharyo, M.Sc., seorang praktisi keamanan siber berpengalaman lebih dari 20 tahun yang saat ini menjabat sebagai Chief Information Security Officer di salah satu bank digital terkemuka di Indonesia. Dalam sesinya yang diberi judul “Evolusi Serangan Ransomware dan Strategi Pertahanan Berlapis,” Dr. Bambang memaparkan tren terbaru dalam serangan siber yang menargetkan sektor finansial.
“Kami melihat peningkatan signifikan dalam serangan ransomware yang tidak hanya mencuri data, tetapi juga memanfaatkan artificial intelligence untuk mengidentifikasi kerentanan sistem. Industri perlu memahami bahwa keamanan siber bukan hanya tanggung jawab departemen IT, tetapi merupakan prioritas seluruh organisasi,” ujar Dr. Bambang dalam sesi pagi yang dihadiri antusias oleh peserta.
Pembicara kedua adalah Dr. Ir. Siti Nurhaliza, Ph.D., seorang peneliti cybersecurity dari Universitas Indonesia yang fokus pada aspek legal dan regulasi keamanan data digital. Topik presentasinya berjudul “Kepatuhan Regulasi GDPR dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi di Indonesia” memberikan wawasan mendalam tentang landasan hukum yang mengatur penanganan data pribadi.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki inisiatif yang sangat baik dalam menghadirkan topik-topik regulasi yang sering diabaikan di kalangan profesional muda. Pemahaman tentang aspek legal dalam keamanan siber sama pentingnya dengan pemahaman teknis,” kata Dr. Siti Nurhaliza kepada wartawan saat istirahat siang.
Sesi ketiga menghadirkan Hendra Wijaya, seorang ethical hacker bersertifikat dari firma keamanan siber terbesar di Asia Tenggara. Presentasinya berfokus pada “Penetration Testing dan Vulnerability Assessment sebagai Tools Proaktif dalam Mencegah Serangan.” Hendra membagikan pengalaman praktisnya dalam melakukan uji kerentanan sistem di berbagai organisasi besar.
“Saya sangat terkesan dengan pertanyaan-pertanyaan mahasiswa Fakultas Cyber Security di sini. Mereka tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung berpikir tentang implementasi praktis. Ini menunjukkan kurikulum yang bagus dan motivasi belajar yang tinggi,” ucap Hendra Wijaya seusai sesinya.
Peran Penting Universitas Muhammadiyah Kendari
Dekan Fakultas Cyber Security Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ahmad Rifai, M.Kom., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan seminar tingkat nasional ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan publikasi ilmiah dan kontribusi nyata terhadap pengembangan industri keamanan siber di Indonesia.
“Kendari mungkin bukan kota yang pertama orang pikirkan ketika membicarakan teknologi dan keamanan siber, tetapi Universitas Muhammadiyah Kendari berupaya mengubah persepsi tersebut. Kami percaya bahwa inovasi dan pengetahuan tidak harus berpusat di Jakarta. Melalui seminar seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa talenta dan sumber daya intelektual berkualitas ada di mana saja,” jelas Dr. Ahmad Rifai dalam sambutan pembukaan acara.
Lebih lanjut, Dr. Ahmad Rifai menambahkan bahwa Fakultas Cyber Security yang berdiri sejak 2021 telah berkembang pesat dengan kini memiliki 450 mahasiswa aktif dari berbagai program studi, mulai dari Diploma hingga Magister.
“Investasi dalam pendidikan keamanan siber adalah investasi untuk masa depan bangsa. Dengan meningkatnya digitalisasi di semua sektor, kebutuhan profesional keamanan siber akan terus meningkat. Kami berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan pemahaman etika dalam menjalankan profesinya,” lanjut dekan tersebut.
Rangkaian Acara Lengkap
Selain tiga sesi seminar utama, acara pada 7 April 2026 ini juga menampilkan workshop interaktif yang dibagi menjadi dua track paralel. Track pertama berfokus pada “Hands-on Ethical Hacking dan Security Testing,” sementara track kedua membahas “Incident Response dan Crisis Management dalam Organisasi Digital.”
Setiap workshop diikuti oleh sekitar 150 peserta dan menggunakan fasilitas laboratorium cyber yang canggih milik Universitas Muhammadiyah Kendari. Laboratorium ini dilengkapi dengan perangkat keras dan lunak terkini yang memungkinkan peserta untuk melakukan simulasi serangan dan pertahanan dalam lingkungan yang aman dan terkontrol.
“Kami investasi cukup besar dalam membangun laboratorium cyber ini karena kami percaya bahwa pembelajaran keamanan siber memerlukan pendekatan praktis. Teori saja tidak cukup; mahasiswa kami harus terbiasa dengan real-world scenarios,” jelas Koordinator Laboratorium Cyber, Ira Kurniawan, S.Kom., M.T.
Pada sesi sore, acara dilanjutkan dengan panel diskusi yang membahas “Peluang Karir dan Pengembangan Profesional di Industri Keamanan Siber.” Panel ini terdiri dari empat pembicara yang masing-masing merepresentasikan berbagai sektor: korporat, pemerintah, startup teknologi, dan konsultan keamanan independen.
“Pasar kerja untuk profesional keamanan siber sangat terbuka. Kami di industri sangat membutuhkan talenta muda yang passionate dan terus update dengan perkembangan teknologi terbaru,” kata Agus Suryanto, Head of Recruitment dari sebuah perusahaan IT multinasional yang hadir dalam panel diskusi.
Webinar Pendukung dan Kuliah Umum
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik yang komprehensif, Fakultas Cyber Security juga menyelenggarakan dua webinar online pada minggu sebelumnya yang menghadirkan pembicara internasional. Webinar pertama dengan judul “Global Cybersecurity Trends 2026” menghadirkan profesor dari Universitas Stanford, Amerika Serikat, yang membahas prediksi ancaman keamanan siber untuk tahun-tahun mendatang.
Webinar kedua berfokus pada “Women in Cybersecurity: Strategi Inklusi dan Pemberdayaan,” yang menghadirkan tiga profesional wanita berpengaruh di bidang keamanan siber. Webinar ini dirancang khusus untuk menginspirasi mahasiswi Fakultas Cyber Security dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberagaman dalam industri teknologi.
“Kehadiran lebih dari 500 peserta dalam webinar online menunjukkan bahwa topik keamanan siber bukan hanya relevan bagi komunitas lokal, tetapi juga menarik perhatian dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri. Kami merekam dan akan mengunggah ulang webinar ini di platform pembelajaran universitas agar dapat diakses oleh lebih banyak orang,” kata Koordinator Program Webinar, Dr. Sinta Dewi, M.Sc.
Sementara itu, kuliah umum yang dijadwalkan pada 7 April 2026 menghadirkan pakar etika bisnis digital dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Topik “Etika dan Tanggung Jawab Sosial dalam Praktik Keamanan Siber” menekankan pentingnya aspek non-teknis dalam profesi keamanan siber.
“Seorang profesional keamanan siber tidak boleh semata-mata fokus pada teknologi. Mereka juga harus memahami implikasi sosial, etika, dan dampak keputusan teknis mereka terhadap kehidupan masyarakat. Inilah yang membedakan seorang profesional sejati dengan sekedar technical expert,” ujar pembicara kuliah umum tersebut.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Respons positif dari berbagai peserta menunjukkan bahwa acara ini telah mencapai tujuannya sebagai wadah pertukaran ilmu dan networking. Beberapa mahasiswa melaporkan bahwa mereka mendapatkan peluang magang dan bahkan penawaran pekerjaan dari perusahaan-perusahaan yang mengirim delegasi ke seminar ini.
“Saya sangat bersyukur bisa menghadiri seminar ini. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi saya juga bertemu dengan praktisi industri yang siap memberikan mentoring. Ini akan sangat membantu dalam perjalanan karir saya nanti,” kata Fikri Pratama, seorang mahasiswa tingkat akhir Program Sarjana Keamanan Siber.
Dari perspektif institusional, acara ini telah memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai pusat pendidikan keamanan siber yang kredibel, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional. Kemudian, kesuksesan seminar ini telah membuka peluang untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan universitas-universitas terkemuka lainnya dan dengan industri.
“Kami sudah menerima beberapa proposal kolaborasi dari kampus di Jakarta dan Surabaya untuk program penelitian bersama di bidang keamanan siber. Seminar ini telah membuka pintu yang sebelumnya mungkin tidak terbayangkan,” ungkap Dr. Ahmad Rifai dengan nada optimis.
Kesimpulan
Seminar Keamanan Digital Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Cyber Security Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 telah berlangsung dengan sukses besar. Acara yang melibatkan ratusan peserta, pembicara terkemuka, dan fasilitas infrastruktur terbaik ini merupakan bukti komitmen universitas dalam mengembangkan pendidikan keamanan siber berkualitas tinggi.
Dengan pertumbuhan yang terus meningkat dan respons positif dari stakeholder industri dan akademis, Fakultas Cyber Security Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan akan terus menjadi lembaga pendidikan terdepan dalam menghasilkan profesional keamanan siber yang kompeten dan beretika. Seminar ini juga menjadi langkah konkret universitas dalam berkontribusi pada peningkatan kesadaran dan kapasitas keamanan siber di tingkat nasional.
Panitia telah mengumumkan bahwa seminar ini akan dijadikan acara tahunan dengan tema yang berbeda setiap tahunnya, mengikuti perkembangan terkini dalam dunia keamanan siber.
—
Penulis: Tim Humas Universitas Muhammadiyah Kendari
Editor: Departemen Publikasi Akademik
Tanggal Publikasi: 8 April 2026